Kamis

Prinsip dan Garis Besar Strategi Catur

Hello, salam jumpa!

Blog belajar catur ini udah suangaatt lama ngak di update, hehehe... barangkali  pemilik blognya lagi males ato jenuh ato sibuk kerja kale! Terserah aja lah yg penting hari ini dah ada postingan baru yang akan muncul di blog belajarcatur ini, ok! Kita lanjut aja!!

Dalam catur, mengerti apa yang harus dilakukan adalah sebagian dari pertarungan, mengerti kapan harus melakukannya merupakan sebagian yang lain.

Pusat – mainlah untuk pusat. Duduki, jaga dan pengaruhi. Usir perwira-perwira musuh yang mengontrolnya.

Inisiatif –Putih melangkah yang pertama, mulai dengan inisiatif. Jangan buang waktu atau langkah. Yang aggresif. Cobalah untuk menyerang dengan berbagai cara yang membangun permainan anda. Gabungkan pertahanan dan counter attack (serangan balik). Jangan takut mengorbankan sebuah bidak (gambit) untuk serangan pembukaan , tapi jangan mengorbankan tanpa alasan yang jelas. Jangan buang waktu dengan makan bidak sayap kalau mengorbankan pengembangan buah. Gunakan Inisiatif untuk menekan posisi lawan anda.

Perkembangan – Gunakan semua perwira anda. Langkahkan bidak seperlunya untuk mengembangkan perwira. Rencanakan untuk mengembangkan perwira yang berbeda dalam setiap langkah. Langkahkan keluar perwira-perwira kecil dengan cepat. Rokade awal. Jangan memindahkan buah yang sama tanpa alasan yang jelas. Kembangkan dengan ancaman.

Rokade - Bersiaplah untuk rokade awal dalam pertandingan, khususnya bila pusat terbuka. Hindari melangkahkan bidak didepan raja yang telah rokade dan membuat kelemahan di sana. Rokadelah untuk alasan pertahanan dan menggempur lawan – untuk menjaga raja dan untuk menghubungkan serta mengaktifkan benteng-benteng anda.

Bidak – Pada umumnya, langkahkan hanya dua bidak saja dalam pembukaan, biasanya bidak pusat. Langkahkan satu atau dua petak kedepan, lebih baik dua jika mungkin. bidak yang jelek membuat petak – petak lemah dan langkah bidak yang tidak perlu memboroskan waktu yang sebaiknya digunakan untuk mengembangkan perwira. Jangan blokade bidak pusat dengan melangkahkan gajah didepannya. Jangan melangkahkan bidak didepan raja yang telah rokade. Tukarkan bidak untuk menghindari kerugian materi, membuka jalur, atau menghemat waktu.

Kuda – Kembangkan kuda menuju pusat. Putih ke f3 dan c3 atau d2 dan untuk hitam f6 dan c6 atau d7. Kembangkan ke arah lain hanya bila benar – benar perlu atau untuk tujuan tertentu. Pada umumnya, anda harus mengembangkan kuda sebelum gajah, karena biasanya lebih leluasa dalam pembukaan sehubungan kemana kuda harus pergi, tapi biasanya anda harus melihat perkembangan posisi supaya tahu kemana kuda harus pergi. Hindari kuda anda kena paku (pinned) terhadap raja atau menteri oleh gajah, dan oleh benteng di lajur  e atau d.

Gajah – Letakkan pada diagonal yang terbuka. Gunakan untuk menjaga petak – petak pusat, paku (pin) Kuda musuh atau demi pertahanan patahkan paku. Hindari pertukaran yang tidak perlu dengan kuda.

Benteng - Letakan pada lajur-lajur terbuka, lajur setengah terbuka, lajur yang sepertinnya akan terbuka, atau di belakang bidak bebas yang sudah maju. Tumpuklah, sehingga mereka saling mendukung. Gunakan mereka untuk menyerang raja musuh yang tidak rokade di jalur e. Letakan di baris 7, gunakan mereka untuk menyerang bidak lawan yang masih di petak lawan kedua dan batasi raja musuh di baris belakang. Gunakan untuk memotong jalur raja. Di babak akhir, sering kali lebih baik mengorbankan sebuah bidak untuk mengaktifkan beteng dari pada membatasinya dipetak pertahanan yang pasif.

Menteri - Dalam permainan catur, jangan mengeluarkan menteri terlalu awal - dia sangat mudah diserang dengan tempo. Hindari mengembangkannya ke petak yang mudah diserang. Jangan menggunakannya jika perwira kecil bisa menangani. Jangan menggunakan menteri untuk mengejar bidak bila akan menjauhkan dia dari wilayah aksi sesungguhnya. Gunakan untuk membangun serangan ganda, sendiri atau kombinasi dengan buah yang lain. Jangan takut menukar menteri untuk mendapat beberapa keuntungan, atau menghindari beberapa bentuk problem.

Analisa - evaluasi unsur-unsur utama : materi, susunan bidak, mobilitas, waktu, ruang, dan keamanan raja. Carilah informasi tentang posisi dengan cara menanyai diri sendiri tentang masing-masing faktor ini.

Rencana - Rencanakan lebih awal. Jangan mengganti rencana tanpa alasan yang baik, tetapi yang luwes. Ubahlah rencana jika diinginkan atau perlu, saat posisi berganti. Dasarkan rencanamu pada analisa dan evaluasi posisi yang jujur dan menyeluruh, perhatikan kekuatan dan kelemahan kedua sisi, dan perhitungkan semua ancaman. Nilai semua ketidak seimbangan dan semua faktor dari posisi tersebut dan bentuklah rencanamu berdasarkan faktor-faktor ini.

Babak akhir - Ancam untuk promosi menteri dengan cara memajukan bidak bebas. Paksa lawan anda untuk menyerahkan buah yang coba - coba menghalangi langkah anda. Aktifkan raja secepatnya dengan jaminan keamanannya. Tukar perwira, bukan bidak bila unggul materi. Letakkan benteng secara aktif dibelakang bidak lawan, letakan di baris ke tujuh. Terus aktifkan dan jangan mengikatnya untuk sebuah pertahanan. Setelah mempromosikan bidak menjadi menteri, gunakan untuk memaksa membunuh raja lawan.
Sampai disini dulu posting tentang strategi dalam bermain catur , tunggu aja nanti posting yg lain di blog belajar catur ini ..bye bye!!

Baca Selengkapnya......

Sabtu

Permainan Catur Berasal Darimana?

Hello penggemar catur!!

Kita jumpa lagi dalam blog belajar catur, lihat tuh judulnya, dari judulnya aja tentu temen2 dah bisa tebak postingan kita kali ini

Banyak diantara temen-temen yang menanyakan asal usul permainan catur, nah…kali ini saya akan posting tentang sejarah permainan catur ini, biar ngak terjadi lagi “tebak-tebak buah manggis” ( baca :“asal tebak aja”)tentang asal muasal permainan ini hehehe…

Yap... kita lanjut aja , biar para pencinta blog belajar catur ini ngak penasaran. Oke lanjut!!

Permainan catur menurut Wikipedia pertama kali ditemukan di masyarakat Persia dan Arab. Kata ’catur’ itu sendiri berasal dari kata ’chaturanga,’ yang dalam bahasa Sanskrit berarti empat divisi ketentaraan.

Catur kemudian menyebar ke seluruh dunia dengan pelbagai varian permainan sampai kemudian kita kenal seperti sekarang.

Permainan ini menyebar sampai ke Timur Jauh dan India dan menjadi salah satu pelajaran di keluarga kerajaan dan ningrat Persia. Pemuka agama Budha, pedagang yang lalu-lalang di Jalan Sutra mulai menggunakan papan catur untuk permainan ini.

Chaturanga atau Wood Chess & Wood Chess Set masuk ke Eropa melalui Kerajaan Byzantine Persia, dan menyebar ke Kekaisaran Arab. Pemeluk agama Islam kemudian membawa catur ke Afrika Utara, Sisilia, dan Spanyol pada abad ke-10.

Permainan Wood Chess & Wood Chess Set ni kemudian menjadi populer di Eropa. Dan, pada akhir abad 15, permainan ini lolos dari daftar permainan yang dilarang Gereja. Pada abad modern mulai lahir buku-buku referensi catur, kemudian penggunaan jam catur, serta sejumlah aturan permainan dan pemain-pemain hebat.

Eropa
Variasi charunga masuk ke Eropa melalui Persia, seiring penyebaran pengaruh Kerajaan Byzantine dan perluasan Kekaisaran Arab. Catur masuk ke Eropa Selatan pada akhir milenium pertama.

Terkadang catur dibawa oleh pasukan yang menduduki tanah jajahan baru, seperti saat Normandia memasuki wilayah Inggris. Catur semula kurang populer di Eropa Utara –yang tak terbiasa berpikir abstrak— namun perlahan-lahan menjadi populer saat bidak figuratif dikenalkan.

Nilai sosial menjadi kelebihan permainan Chess Board ini –pada masa lalu permainan ini dikaitkan dengan kehormatan dan kebudayaan tinggi— sehingga beberapa Wooden Chess Board & Wood Chessboard dibuat dari bahan istimewa dan berharga mahal. Popularitas catur melemah di masyarakat Barat antara abad 12 sampai 15 M. Saat itu buku catur biasanya ditulis dalam bahasa Latin.

Pada perkembangannya catur kemudian dihubungkan dengan gaya hidup ksatria Eropa. Peter Alfonsi dalam bukunya Disciplina Clericalis, memasukkan catur ke dalam tujuh keahlian yang harus dimiliki seorang ksatria.

Simbol-simbol perwira dan ketentaraan mulai masuk dalam catur. Raja Henry I, Raja Henry II dan Raja Richard I dari Inggris merupakan patron Wooden Chess Board & Wood Chessboard masa itu. Kerajaan lain yang menaruh perhatian serius pada permainan ini adalah Raja Alfonso X Spanyol dan Raja Ivan IV dari Rusia.

Ketika gereja mengeluarkan larangan terhadap berbagai permainan di masyarakat, permainan catur lolos dari daftar hitam. Santo Peter Damian mengumumkan permainan ini menjauhkan dampak buruk bagi masyarakat. Bishop Florence itu membela permainan ini karena melibatkan keahlian serta “tidak seperti permainan lainnya.”

Pada abad ke 12, buah catur mulai tetap, menjadi raja (king), ratu (queen), gajah (bishops), kuda (knights) dan benteng (rooks). Bidak (pawn) mulai dihubungkan dengan pasukan infantri.

Nah gimana? Dah pahamkan asal muasal permainan catur ini, bagi yang dah tahu asal usul permainan catur ini, jangan lupa ngasih tau ma temen2 belom tau, hitung-hitung nambah pahala

Sampai jumpa! Kita ketemu lagi pada postingan yang akan datang di blog belajar catur ini bye bye!!

Baca Selengkapnya......

Minggu

Partai Catur Mat/menang dalam 10 langkah (12)

Salam jumpa!

Hello para pencinta permainan catur, sudah lama kita ngak jumpa dalam blog belajar catur ini, klo dilihat dari postingan terakhir bulan agustus 2010, berarti dah hampir setahun blog belajar catur ini ngak di update, kayaknya blognya terlupakan ya

Nah …sekarang kita mulai lagi posting dalam blog belajar catur ini, saya akan lanjutkan postingan partai catur mininya,

Oya pengertian dari partai “mini” ( menurut versi saya ) yaitu partai yang berakhir dalam 10 langkah, apakah lawan nyerah atau mad ( mati dalam istilah catur ) atau lawan kena “kombi indah” atau terjebak dalam “perangkap pembukaan catur”, dan lain-lain penyebabnya.

Oke….kita lanjut aja partai mininya dalam blog belajar catur ini, lanjut!!!

1. 1.e4 c5 2.Nf3 Nc6 3.Bb5 a6 4.Ba4 b5 5.Bb3 c4 0-1


2. 1.e4 e6 2.d4 d5 3.Nd2 Ne7 4.Ngf3 c5 5.dxc5 Nd7 6.Bb5 Qa5 7.Bxd7+ Bxd7 8.Ne5 Qxc5 9.Nxd7 Qc7 10.Nxf8 1-0


3. 1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bb5 a6 4.Ba4 d6 5.Nc3 b5 6.Bb3 Bg4 7.h3 Bh5 8.Nxe5 1-0


4. 1.d4 f5 2.e4 fxe4 3.Nc3 Nf6 4.Bg5 d5 5.Bxf6 exf6 6.Qh5+ g6 7.Qxd5 f5 8.Qe5+ 1-0


5. 1.d4 d5 2.e4 dxe4 3.Nc3 Nf6 4.f3 e3 5.Bxe3 Bf5 6.h4 e6 7.g4 Bg6 8.h5 1-0


6. 1.d4 d5 2.c4 Bf5 3.Nc3 e6 4.cxd5 exd5 5.Qb3 Nc6 6.Nxd5 Be4 7.Nc3 Nxd4 8.Qa4+ b5 9.Bg5 f6 0-1


7. 1.e4 e5 2.Nf3 d6 3.d4 Nd7 4.Bc4 c6 5.c3 Be7 6.Qb3 1-0


8. 1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bb5 a6 4.Ba4 Nf6 5.d4 b5 6.Bb3 d6 7.dxe5 Nxe4 8.Qd5 Be6
9.Qxc6+ 1-0


9. 1.e4 e6 2.d4 d5 3.Nc3 Nf6 4.e5 Nfd7 5.Nf3 c5 6.dxc5 Nc6 7.Bf4 Bxc5 8.Bd3 Qb6
9.O-O Qxb2 10.Nb5 1-0


10. 1.e4 e6 2.d4 d5 3.Nc3 Nf6 4.Bg5 Nfd7 5.Bxd8 1-0

11. 1.Nf3 d5 2.c4 Nf6 3.g3 Bf5 4.cxd5 Nxd5 5.e4 1-0

12. 1.Nf3 Nf6 2.g3 b6 3.Bg2 Bb7 4.O-O e6 5.d3 d5 6.Nbd2 Be7 7.e4 dxe4 8.dxe4 Nxe4
9.Ne5 1-0


13. 1.e4 c5 2.Nf3 Nc6 3.d4 cxd4 4.Nxd4 Nf6 5.Nc3 d6 6.Bg5 Bd7 7.Qd2 Rc8 8.O-O-O e6 9.Ndb5 1-0

14. 1.d4 d5 2.e4 dxe4 3.Nc3 c6 4.Nxe4 Nf6 5.Nxf6+ gxf6 6.Bf4 Qb6 7.Bc4 Qb4+ 0-1


15. 1.g3 e5 2.Bg2 d5 3.d3 f5 4.c4 d4 5.Nf3 Bb4+ 6.Nbd2 e4 7.Qa4+ Nc6 8.Ne5 Qd6
9.Nxc6 Bd7 1-0

16. 1.e4 e6 2.d4 d5 3.Nc3 Nf6 4.Bd3 dxe4 5.Nxe4 Qxd4 6.Bb5+ Bd7 7.Qxd4 Bxb5 8.Nxf6+ 1-0


17. 1.d4 e5 2.e4 exd4 3.Nf3 Nc6 4.Bc4 Bc5 5.c3 dxc3 6.Ng5 Nh6 7.Nxf7 Qf6 8.Qc2 Nxf7 0-1


18. 1.e4 e6 2.d4 d5 3.Bd3 dxe4 4.Bxe4 Nf6 5.Bd3 c5 6.dxc5 Bxc5 7.Nf3 Nc6 8.Bf4 Nb4
9.Bb5+ Bd7 10.Qe2 Nxc2+ 0-1


19. 1.e4 e6 2.d4 d5 3.Bd3 dxe4 4.Bxe4 Nf6 5.Bd3 c5 6.dxc5 Bxc5 7.Nf3 Nc6 8.Bf4 e5 0-1


20. 1.e4 e5 2.Bc4 Bc5 3.Nc3 Qh4 4.g3 Qf6 5.Nf3 d6 6.d3 Nh6 7.Ng5 Qxf2+ 0-1


21. 1.d4 Nf6 2.Nf3 c5 3.Bf4 cxd4 4.Nxd4 e5 0-1


22. 1.d4 Nc6 2.d5 Ne5 3.f4 Ng6 4.e4 e5 5.f5 Qh4+ 6.g3 Qxe4+ 7.Ne2 Qxh1 8.fxg6 hxg6 0-1


23. 1.d4 Nf6 2.Bg5 c5 3.d5 Qb6 4.b3 Ne4 5.Be3 Qb4+ 6.Bd2 Qd4 0-1

24. 1.e4 c5 2.Nf3 Nf6 3.e5 Nd5 4.Nc3 e6 5.Ne4 f5 6.exf6 Nxf6 7.Nxf6+ gxf6 8.d4 cxd4
9.Nxd4 Bc5 10.Qh5+ 1-0


25. 1.g4 d5 2.Bg2 Bxg4 3.c4 Nf6 4.cxd5 Nxd5 5.Qb3 e6 6.Qa4+ 1-0


26. 1.d4 Nf6 2.g4 Nxg4 3.e4 d6 4.Be2 Nf6 5.Nc3 Nbd7 6.Nf3 g6 7.e5 dxe5 8.dxe5 Ng4
9.e6 fxe6 10.Ng5 1-0


27. 1.Nf3 Nf6 2.g3 b6 3.Bg2 Bb7 4.O-O c5 5.d3 d5 6.Nbd2 g6 7.e4 dxe4 8.dxe4 Nxe4
9.Ng5 Nd6 10.Nxf7 1-0


28. 1.e4 e5 2.Bc4 Nf6 3.Nf3 Nxe4 4.Nc3 Nxc3 5.dxc3 f6 6.Nxe5 fxe5 7.Qh5+ 1-0


29. 1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bc4 Be7 4.d4 exd4 5.Nxd4 Nxd4 6.Qxd4 Nf6 7.e5 c5 8.Qf4 Nh5
9.Qxf7+ 1-0


30. 1.d4 Nf6 2.c4 e6 3.Nc3 c5 4.Nf3 cxd4 5.Nxd4 Bb4 6.Bd2 b6 7.Nc2 Be7 8.e4 d6
9.e5 dxe5 10.Qf3 1-0


31. 1.d4 f5 2.Bg5 e6 3.Bxd8 1-0


32. 1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bb5 a6 4.Ba4 Nf6 5.O-O Nxe4 6.d4 b5 7.Bb3 d5 8.c3 exd4 0-1


33. 1.e4 e5 2.Nf3 Nf6 3.Nxe5 Nxe4 4.Qe2 Qe7 5.Qxe4 d6 6.d4 Nc6 7.f4 f6 8.d5 Nd8
9.Bb5+ 1-0


34. 1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bc4 Nf6 4.Ng5 Bc5 5.Nxf7 Bxf2+ 6.Kf1 Qe7 7.Nxh8 Nxe4 8.Qh5+ Kf8 9.Ng6+ 1-0


35. 1.d4 Nf6 2.c4 e5 3.Bg5 exd4 4.Qxd4 Nc6 5.Qd1 Bc5 6.Nf3 Ne4 7.Bh4 Qxh4 0-1


36. 1.Nf3 d5 2.e4 dxe4 3.Ng5 Nf6 4.d3 exd3 5.Bxd3 h6 6.Nxf7 1-0


37. 1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bb5 Nd4 4.Bc4 Bc5 5.Nxe5 Qg5 6.Nxf7 Qxg2 7.Rf1 Qxe4+ 8.Be2 Nf3+ 0-1


38. 1.d4 Nf6 2.c4 d6 3.Nc3 Nbd7 4.e4 g6 5.f4 c5 6.d5 Qa5 7.Bd2 Nb6 8.Nb5 1-0


39. 1.e4 Nf6 2.Nc3 d5 3.exd5 Nxd5 4.Bc4 Nb6 5.Bb3 Nc6 6.Nf3 Bg4 7.Bxf7+ Kd7 8.Qe2 e6 9.h3 Bxf3 1-0

40. 1.e4 e6 2.d3 d5 3.Nd2 dxe4 4.dxe4 e5 5.Ngf3 Bg4 6.Bc4 Bc5 7.Bxf7+ Kxf7 8.Nxe5+ Ke8 9.Nxg4 Nf6 10.Nxf6+ 1-0


41. 1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.d4 exd4 4.Nxd4 Bc5 5.Nb3 Bb6 6.a4 Qh4 7.Qe2 d6 8.Nc3 Bg4
9.Qd2 Nb4 10.Bc4 Be3 0-1


42. 1.f4 e5 2.fxe5 d6 3.exd6 Bxd6 4.d4 Qh4+ 5.Kd2 Qxd4+ 6.Ke1 Qh4+ 7.Kd2 Nf6 8.Nf3 Ne4+ 9.Ke3 Qf4+ 0-1


43. 1.e4 d6 2.d4 Nd7 3.Nf3 e5 4.Bc4 Be7 5.dxe5 dxe5 6.Qd5 1-0

44. 1.f4 e5 2.fxe5 d6 3.exd6 Bxd6 4.Nf3 g5 5.e4 g4 6.Ng1 Qh4+ 7.Ke2 g3 8.Nc3 Qxh2
9.Rxh2 gxh2 10.Nf3 h1Q 0-1


45. 1.e4 c5 2.Nf3 Nc6 3.Nc3 a6 4.d4 cxd4 5.Nxd4 e5 6.Nf5 Nge7 7.Nd6+ 1-0


46. 1.e4 d5 2.Nc3 dxe4 3.Nxe4 e5 4.Bc4 Be7 5.Qh5 Nh6 6.d3 Bg4 7.Qxe5 Nf5 8.h3 c6 1-0


47. 1.e4 d5 2.exd5 Qxd5 3.Nc3 Qa5 4.d4 e5 5.Qe2 Nc6 6.d5 Bb4 7.Qc4 Nd4 8.Bd3 b5 0-1


48. 1.g4 d5 2.Bg2 Bxg4 3.c4 e6 4.Qb3 c6 5.cxd5 cxd5 6.Qa4+ 1-0


49. 1.d4 d5 2.e4 dxe4 3.Nc3 e5 4.Nxe4 exd4 5.Bb5+ c6 6.Bc4 Be6 7.Qe2 Bxc4 8.Nf6+ 1-0


50.1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.d4 exd4 4.Bc4 Nf6 5.O-O d5 6.exd5 Na5 7.Qe1+ Be7 8.Qxa5 1-0

Nah gimana? Cukup seru juga partai mininya ya,

Sampai disini dulu perjumpaan kita dalam blog belajar caturnya, nanti kita sambung lagi dalam postingan yang akan dating

Untuk anda yang belum tahu arti simbol lihat dibawah ini :

R=Rock=Benteng, N=knight=Kuda, B=Bisop=Gajah, Q=Queen=Menteri, K=King=Raja, sedangkan Bidak (Pawn) itu ngak ada lambangnya..artinya kalau tertulis e4 itu artinya Bidak yang melangkah ke petak e4…gampangkan!

Baca Selengkapnya......

Jumat

Pelajaran Dasar Main Catur (11)

Salam jumpa!

Hello para pecatur, kita jumpa lagi dalam blog belajar caturnya, masih ingat “pelajaran dasar main catur” yang lalu? Sekarang kita akan lanjutkan seri bersambung ini.

Bagi anda yang baru menjumpai blog belajar catur ini, tentu agak heran sebab materi yang ada disini tidak dimulai dari awal. Nah untuk anda yang ingin mengikuti materi pelajaran awal, silahkan anda kunjungi blog belajarcatur saya yang lama yang sudah tidak bisa di update lagi.

Oke! Kita mulai materi hari ini yaitu tentang SENJATA TAKTIS, …lanjut!!


Gajah yang Gesit

Berbeda dengan menteri dan Benteng, satu Gajah tidak mampu memaksakan mat terhadap Raja Tunggal lawan walaupun dia dibantu oleh Raja sendiri. Untuk tugas ini Gajah tersebut memerlukan tambahan bantuan dari Gajah yang lain atau Kuda.

Walaupun demikian, masih banyak cara bagi Gajah untuk memamerkan kekuatan. Gajah mampu melakukan serangan rangkap. Contohnya kita lihat pada diagram 112.

Diagram 112

Hitam akan kehilangan Benteng

Gajah putih di e5 melakukan sekak terhadap Raja hitam dan bersamaan dengan itu juga menyerang Benteng hitam di a1. Putih akan untung satu benteng.
Demikian pula dia mampu menggarpu buah lawan dari jarak jauh. Perhatikan diagram 113.

Diagram 113

Hitam akan kehilangan Benteng atau Kuda

Karena Gajah nilainya lebih rendah dari Menteri atau Benteng, maka ancamannya terhadap kedua buah ini dapat selalu diteruskan dengan pemukulan. Misalnya pada diagram 114 berikut.

Diagram 114

Hitam melangkah tapi tetap akan kalah kualitas

Walaupun Benteng hitam dapat saling menjaga, tetapi Putih tetap dapat meneruskan memukul sebab nilai Gajah lebih rendah dari Benteng. Perbedaan nilai ini dinamakan kualitas. Putih dikatakan menang kualitas karena menukar Gajahnya dengan Benteng hitam. Sebaliknya hitam dikatakan kalah kualitas karena kehilangn Benteng untuk Gajah.

Senjata Gajah yang paling ditakuti ialah pemakuan. Menteri yang berada satu diagonal dengan Rajanya dapat menderita kerugian besar karena dipaku secara mutlak oleh Gajah. Marilah kita lihat contoh pada diagram 115 berikut.

Diagram 115

Hitam jalan. Gajah Putih menangkap Menteri hitam

Menteri hitam tidak dapat menghindar dari arah pukulan Gajah putih. Menteri itu harus melindungi keselamatan Rajanya. Karena itu hanya ada dua pilihan buat Hitam. Membiarkan Gajah putih memukul Menterinya atau dia mendahului memukul Gajah itu. Apapun pilihannya secara teori Hitam rugi dan akan kalah.

Diagram 116

Putih jalan dan menang

Pada diagram 116 Putih memanfaatkan pemakuan mutlak terhadap Kuda hitam yang sudah tidak berdaya dengan menjalankan.

1. g6!

Kuda itu sekarang turut diserang oleh bidak yang bernilai paling rendah. Kerugian yang diderita Hitam akan membawanya. kejurang kekalahan. Setelah 1… hxg6 2. hxg6 keadaannya tetap tidak berubah. Kuda hitam tetap dimangsa Gajah dan bidak putih.

Dalam beberapa bangunan tertentu, sekilas pandang terlihat seolah-olah ancaman pemakuan oleh Gajah tidak mungkin terjadi karena penjagaan yang cukup. tetapi dengan suatu pukulan kombinasi, keadaan dapat berubah sehingga peranan Gajah menjadi sangat menentukan.

Diagram 117

Putih jalan dan menang

Kombinasi Putih dimulai dengan langkah:

1. f4!

Gajah hitam diserang oleh bidak putih. Untuk menyelamatkan Gajah itu Hitam menjalankan:

1….Gf6

Sekarang terjadilah perubahan yang diinginkan Putih guna memberi kesempatan bagi Gajahnya beraksi.

2. Mxe6 Be6

3. Gxd5

Benteng e6 dipaku secara mutlak oleh Gajah putih. Bagaimanapun usaha Hitam membelanya, dia tetap akan kalah satu Benteng. Lihatlah perubahan yang terjadi pada diagram 118.

Diagram 118

Hitam jalan, Hitam akan kalah satu Benteng

Misalkan Hitam membela dengan :

3….Be8

4.Be1

Benteng hitam di e6 terpaku mutlak dan sama sekali tidak boleh bergerak. Benteng itu tidak boleh memukul Benteng putih di e1 walaupun pemukulan itu disertai sekak terhadap Raja putih karena Rajanya sendiri sudah lebih dahulu kena serangan Gajah putih.
Usaha hitam agar dia jangan sampai kalah satu Benteng akan sia-sia saja. Kelanjutannya adalah

4…..Rf7

5. Bxe6! Bxe6

6. Be1!

Untuk kesekian kalinya Benteng hitam di e6 tidak bisa bergerak. Sekarang Benteng itu diancam dua kali ( oleh Gajah dan Benteng putih ) sedangkan yang mempertahankan cuma Raja seorang diri. Karena itu Hitam akan kehilangan Benteng itu. Pada akhirnya Putih masih mempunyai Benteng dan Gajah dengan enam bidak, sementara Hitam hanya memiliki satu Gajah dengan lima bidak. Hitam rugi besar dan akan kalah. Semua ini gara-gara pemakuan yang mutlak oleh Gajah putih.

Bentuk mat oleh satu Gajah tanpa bantuan rekan-rekannya memang amat langka ditemukan. Tetapi secara teori tidak tertutup peluang-peluang sebagai berikut. lihat diagram 119

Diagram 119

Satu Gajah me-mat-kan Raja lawan

Pertanyaan yang amat menarik dan sering diperdebatkan orang ialah “Mana yang lebih kuat, Gajah atau Kuda?. Keduanya mempunyai nilai relatif sama.

Perbedaannya: Gajah langkah-nya panjang-panjang dan jauh jangkauannya. Namun dia terikat pada warna petak yang didudukinya. Dengan kata lain, Gajah hanya mampu menjelajahi 32 petak yang ada di papan catur.

Kuda lompatannya pendek-pendek tetapi dapat menjelajahi semua 64 petak papan catur dan boleh pula melompat buah lain.

Hingga sampai sekarang belum ada jawaban pasti yang memuaskan.

Dalam praktek, para Master dan Grandmaster lebih menyenangi Gajah dari pada Kuda. Yang pasti ialah, dua Gajah memang lebih kuat sedikit dari pada dua Kuda atau Gajah dan Kuda.

Dua Gajah dengan bantuan Raja dapat me-mat-kan Raja Tunggal lawan, sedangkan dua Kuda tidak mungkin memaksakan hal semacam itu. Gajah dan Kuda dengan bantuan Raja juga dapat me-mat-kan Raja tunggal lawan walau pelaksanaannya cukup sulit.

Sampai disini dulu perjumpaan kita di blog belajar caturnya, kita jumpa lagi diwaktu mendatang dengan judul SENJATA TAKTIS (3)….bye bye!

Baca Selengkapnya......

Partai Catur Mat/menang dalam 10 langkah (11)

Hello…

Kita jumpa lagi dalam blog belajar caturnya, mungkin bagi anda yang pertama kali menjumpai blog ini akan merasa heran, sebab seri materi belajar catur yang ada diblog ini tidak dimulai dari awal, sebenarnya blog ini adalah lanjutan dari blog belajar catur saya yang lama.

Blog belajar catur yang lama sudah tidak bisa lagi saya update, jadi sebagai gantinya saya terpaksa buat blog yang baru.

Untuk anda yang ingin mengikuti seri belajar catur sebelumnya, silahkan aja anda lihat di blog belajarcatur.blogspot.com.

Oke! ..sudah lama ngak posting partai mini “mat atau menang” dalam 10 langkah, nah pada posting kali ini kita akan lanjutkan seri partai catur mini nya..

Oya saya ulang lagi..manfaat mempelajari partai catur mini, anda akan terbiasa melihat langkah lawan yang salah dan dengan cepat bisa memberikan hukuman, yah..klo lawan ngak mati, minimal menang buah..lumayankan! hehe… oke lanjut!!

1. 1.d4 d5 2.e4 dxe4 3.Nc3 c5 4.Bc4 Qxd4 5.Nd5 1-0


2. 1.g4 d5 2.Bg2 Bxg4 3.c4 e5 4.cxd5 c6 5.Qb3 Qb6 6.dxc6 Qxb3 7.cxb7 Qxb7 8.Bxb7 1-0


3. 1.d4 d5 2.c4 e6 3.Nc3 c5 4.cxd5 cxd4 5.Qxd4 Nc6 6.Qd1 exd5 7.Qxd5 Be6 8.Qxd8+ Rxd8 9.a3 Nd4 0-1


4. 1.e4 e6 2.d4 d5 3.Nd2 c5 4.exd5 exd5 5.dxc5 Bxc5 6.Ne2 Qb6 7.Nf3 Bxf2+ 8.Kd2 Qe3+ 0-1


5. 1.e4 c5 2.Nf3 d6 3.d4 cxd4 4.Nxd4 Nf6 5.Nc3 a6 6.Bg5 Nbd7 7.Be2 e6 8.Bh5 Qa5
9.Nxe6 Nxh5 10.b4 1-0


6. 1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Nc3 Nf6 4.Bb5 Nd4 5.Nxe5 Qe7 6.f4 Nxb5 7.Nxb5 d6 8.Nd3 Bg4 0-1


7. 1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.d4 exd4 4.c3 dxc3 5.Nxc3 d6 6.Bc4 Bg4 7.Qb3 Bxf3 8.Bxf7+ Kd7 9.Qe6+ 1-0


8. 1.e4 c6 2.d4 d5 3.Nc3 dxe4 4.Nxe4 Nd7 5.Qe2 Ngf6 6.Nd6+ 1-0


9. 1.e4 c6 2.Nc3 d5 3.Nf3 dxe4 4.Nxe4 Nf6 5.Qe2 Nbd7 1-0


10. 1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bb5 f6 4.d4 Nxd4 5.Nxd4 exd4 6.O-O a6 7.Bc4 b5 8.Bxg8 Rxg8
9.Qh5+ g6 10.Qd5 1-0


11. 1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bc4 Bc5 4.c3 Nf6 5.d4 Bb6 6.dxe5 Nxe4 7.Qd5 Bxf2+ 8.Ke2 1-0


12. 1.e4 e6 2.d4 d5 3.Nc3 dxe4 4.Nxe4 Ne7 5.Bd3 g6 6.Nf6+ 1-0


13. 1.e3 e5 2.d4 d5 3.Qf3 e4 4.Qf4 Bd6 0-1


14. 1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bc4 Nf6 4.Ng5 Bc5 5.Nxf7 Bxf2+ 6.Kxf2 Nxe4+ 7.Kg1 Qh4 8.Qf3 Rf8 9.Bd3 Rxf7 10.Qxe4 Qf2+ 0-1


15. 1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bb5 Nf6 4.d3 Ne7 5.Nxe5 c6 0-1


16. 1.d4 Nf6 2.c4 c5 3.dxc5 Nc6 4.Nc3 e6 5.a3 Qa5 6.Bf4 Ne4 7.Rc1 Bxc5 8.e3 Nxc3 0-1


17. 1.e4 c5 2.d4 cxd4 3.c3 dxc3 4.Nxc3 Nc6 5.Nf3 d6 6.Bc4 Nf6 7.e5 dxe5 8.Qxd8+ Kxd8 9.Ng5 e6 10.Nxf7+ 1-0


18. 1.d4 Nf6 2.Nc3 d5 3.Bg5 Nbd7 4.Nf3 h6 5.Bf4 c5 6.b4 cxd4 7.Qxd4 g5 8.Bg3 Bg7
9.e4 dxe4 10.Qc4 Nb6 0-1


19. 1.e4 Nf6 2.Nc3 d5 3.e5 Nfd7 4.e6 fxe6 5.d4 c5 6.Nf3 Nc6 7.dxc5 Nxc5 8.Bb5 g6
9.Qd4 1-0


20. 1.d4 e5 2.dxe5 Nc6 3.Nf3 Qe7 4.Bf4 Qb4+ 5.Bd2 Qxb2 6.Bc3 Bb4 7.Qd2 Bxc3 8.Qxc3 Qc1+ 0-1


21. 1.d4 e5 2.dxe5 Nc6 3.Nf3 Qe7 4.Bf4 Qb4+ 5.Qd2 Qxb2 6.Qc3 Bb4 0-1


22. 1.e4 e5 2.Nf3 f5 3.d4 fxe4 4.Nxe5 d6 5.Qh5+ Ke7 6.Qf7+ 1-0


23. 1.c4 c5 2.Nf3 Nf6 3.Nc3 d5 4.cxd5 Nxd5 5.g3 Nc6 6.Bg2 Nc7 7.Qa4 Bd7 8.Qe4 g6
9.Ne5 Ne6 10.Nxc6 1-0

24.1.e4 d6 2.d4 g6 3.Nf3 Bg7 4.Bc4 Nf6 5.O-O Nbd7 6.e5 dxe5 7.dxe5 Ng4 8.Bxf7+ 1-0


25.1.e4 e5 2.f4 d5 3.fxe5 Qh4+ 4.g3 Qxe4+ 5.Kf2 Bc5+ 0-1


26. 1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bc4 Be7 4.d4 exd4 5.c3 dxc3 6.Qd5 1-0


27. 1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bb5 Bc5 4.c3 Nf6 5.d4 exd4 6.O-O d5 7.exd5 Nxd5 8.Qa4 Bd7
9.Qc4 1-0


28. 1.e4 d5 2.exd5 Nf6 3.d4 Nxd5 4.c4 Nb6 5.Nf3 Bg4 6.c5 Nd5 7.Qb3 b6 8.Ne5 1-0


29. 1.e4 c5 2.Nf3 d6 3.d4 cxd4 4.Nxd4 Nf6 5.Nc3 g6 6.f4 Bg7 7.e5 dxe5 8.fxe5 Ng4
9.Bb5+ Kf8 10.Ne6+ 1-0


30. 1.c4 Nf6 2.Nc3 e5 3.Nf3 Nc6 4.g3 g6 5.d4 exd4 6.Nxd4 Ne5 7.Bf4 Qe7 8.Ndb5 Nf3+ 0-1


31. 1.e4 e5 2.Nf3 f5 3.Bc4 Nc6 4.d4 Qe7 5.O-O fxe4 6.Ng5 Nf6 7.Bf7+ Kd8 8.dxe5 Nxe5 9.Ne6+ 1-0


32. 1.e4 e5 2.f4 d5 3.fxe5 Qh4+ 4.g3 Qxe4+ 5.Kf2 Bc5+ 0-1


33. 1.e4 e5 2.f4 Nc6 3.f5 Qh4+ 0-1

34. 1.d4 Nf6 2.c4 e6 3.Nc3 Bb4 4.e3 b6 5.Ne2 Ba6 6.Ng3 d5 7.Qa4+ 1-0


35. 1.e4 e5 2.f4 Nc6 3.f5 Qh4+ 0-1


36. 1.e4 c5 2.Nf3 Nc6 3.d4 cxd4 4.Nxd4 d6 5.Be3 g6 6.Nc3 Bg7 7.Qd2 Qa5 8.O-O-O Be6 9.Kb1 Nf6 10.Ndb5 Nxe4 0-1


37. 1.e4 d6 2.d4 g6 3.c4 Nf6 4.Nc3 Bg7 5.f3 O-O 6.Be3 b6 7.Bd3 c5 8.e5 1-0


38. 1.e4 e5 2.f4 d5 3.exd5 c6 4.Qe2 cxd5 5.fxe5 Nc6 6.b3 Nd4 7.Qd3 Bc5 8.Qc3 Qh4+
9.Kd1 Bg4+ 10.Be2 Qf2 0-1

39. 1.d4 d5 2.e4 dxe4 3.Nc3 Nf6 4.f3 exf3 5.Nxf3 Bf5 6.Bc4 Nbd7 7.O-O c6 8.Bxf7+ 1-0


40. 1.d4 Nf6 2.Nc3 g6 3.e4 d6 4.Bg5 Bg7 5.e5 dxe5 6.dxe5 Qxd1+ 7.Rxd1 Ng4 8.h3 1-0


41. 1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bc4 Bc5 4.c3 Qe7 5.O-O Bb6 6.d4 d6 7.a4 Nf6 8.d5 Na5
9.Bd3 1-0


42. 1.Nf3 f5 2.d3 Nf6 3.e4 fxe4 4.dxe4 Nxe4 5.Bd3 Nf6 6.Ng5 e5 7.Nxh7 Qe7 8.Bg6+ Kd8 9.Ng5 1-0


43. 1.e4 e5 2.Nf3 Nc6 3.Bc4 Bc5 4.c3 Nf6 5.d4 d5 6.dxe5 Nxe4 7.Qxd5 Nxf2 8.Qxf7+ 1-0


44. 1.e4 c5 2.Nf3 d6 3.c3 Nc6 4.d4 Bg4 5.d5 Ne5 6.Nxe5 Bxd1 7.Bb5+ Qd7 8.Bxd7+ 1-0


45. 1.d4 Nf6 2.c4 e6 3.Nc3 Bb4 4.Qc2 Nc6 5.Nf3 d6 6.Bg5 e5 7.d5 Ne7 8.Qa4+ 1-0

46. 1.d4 Nf6 2.c4 e6 3.Nc3 Bb4 4.Bg5 c5 5.e3 Qa5 6.Rc1 Ne4 7.Nf3 Nxg5 8.Nxg5 cxd4 0-1


47. 1.e4 c5 2.Nf3 d6 3.d4 cxd4 4.Nxd4 Nf6 5.Nc3 a6 6.Bg5 Nbd7 7.Be2 h6 8.Bh4 b5
9.Nd5 Bb7 10.Ne6 1-0


48. 1.Nf3 d5 2.d4 Nf6 3.c4 dxc4 4.Nc3 c6 5.e3 b5 6.a4 Bd7 7.Ne5 e6 8.axb5 cxb5
9.Qf3 Nd5 10.Qxf7+ 1-0


49. 1.d4 e6 2.e4 d5 3.Nc3 Nf6 4.e5 Nfd7 5.Nf3 c5 6.dxc5 Nc6 7.Bf4 Nxc5 8.Bd3 Be7
9.Qd2 Nxd3+ 10.cxd3 d4 0-1


50.1.d4 Nf6 2.c4 e6 3.Nc3 b6 4.e4 Bb4 5.Qc2 d5 6.cxd5 exd5 7.Qa4+ Nc6 8.Bb5 1-0

51. 1.d4 d5 2.e4 dxe4 3.Nc3 e5 4.dxe5 Qxd1+ 5.Kxd1 Nc6 6.Nd5 Bg4+ 7.f3 O-O-O 8.c4 exf3 9.gxf3 Be6 10.f4 Rxd5+ 0-1


52. 1.d4 Nf6 2.f3 d5 3.e4 dxe4 4.Nc3 exf3 5.Qxf3 Qxd4 6.Be3 Qe5 7.O-O-O Nc6 8.h3 Qf5 9.Nb5 1-0


53. 1.e4 Nf6 2.e5 Nd5 3.d4 d6 4.c4 Nb6 5.Bd3 dxe5 6.dxe5 Nc6 7.f4 Nb4 8.Be2 Qxd1+
9.Bxd1 Nxc4 0-1


54. 1.e4 e5 2.f4 exf4 3.Nf3 Be7 4.Nc3 h6 5.Bc4 d6 6.d4 g5 7.O-O c6 8.g3 fxg3 9.Bxf7+ Kxf7 10.Ne5+ 1-0


55. 1.f4 e5 2.e4 d6 3.Nf3 g6 4.Bc4 f5 5.O-O Nc6 6.fxe5 fxe4 7.d4 d5 8.Ng5 Nh6 9.Bb5 Bd7 10.e6 1-0


Nah gimana? istirahat dulu dah..nanti pada seri partai mini catur yang akan datang kita lanjutkan lagi bye bye !

Untuk anda yang belum tahu arti simbol lihat dibawah ini :

R=Rock=Benteng, N=knight=Kuda, B=Bisop=Gajah, Q=Queen=Menteri, K=King=Raja, sedangkan Bidak (Pawn) itu ngak ada lambangnya..artinya kalau tertulis e4 itu artinya Bidak yang melangkah ke petak e4…gampangkan!

Baca Selengkapnya......

Sabtu

Problem Catur 3 langkah Mat (8)

Hello penggemar problem catur!

Jumpa lagi dalam blog belajar caturnya, kita lanjutkan posting problem catur seri 8, buat anda yang belum tau cara memecahkan problem catur 3 langkah mat atau belum mengerti cara baca notasi..silahkan aja baca dulu posting-posting terdahulu yang saya posting diblog belajar catur saya yang lama, klik aja disini..oke kita lanjut!!!













Oke sampai disini dulu problem catur 3 langkah mat nya, nanti ketemu lagi pada posting yang akan datang…sampai jumpa!!

Jawaban Problem Catur 3 langkah Mat

141...Ke7 142...Gb2 143...[Kh6] 144...Mc2 145...Gh4 146...Gc1 147...Kg5 148...Ma7 149...Bb5 150...Bh6 151...Ke4 152...g3 153...Ge6 154...Kc8 155...Ka6 156...Gd1 157...Mh1 158...Mh6 159...Bg6 160...Ma7

Note : R = Raja, M = Menteri, B= Benteng, G = Gajah, K = Kuda,

Baca Selengkapnya......

Kamis

Pelajaran Dasar Main Catur (10),SENJATA TAKTIS (1)

Hello !!

Jumpa lagi dalam blog belajar caturnya. Hari ini saya sedikit gembira, kenapa? Ya..blog belajar catur ngak jadi hilang dari google, tapi saya juga masih sedih karena blog belajar caturnya ngak bisa saya buka lagi, akibatnya saya ngak bisa nambah postingan yang baru.

Untuk memposting kita kan harus masuk dulu ke blogger, nah email saya tetap ngak bisa dibuka, itu artinya saya juga ngak bisa masuk ke blogger, yah…apa boleh buat, tapi masih mendingan ketimbang blog belajar catur hilang dari dunia “maya” ini.

Awalnya saya rencanakan blog belajar catur yang baru ini untuk memposting ulang semua materi yang ada di blog belajar catur yang lama, tapi karena blognya masih muncul di google tentu kerja saya dah ringan, blog ini hanya akan melanjutkan seri postingan yang ada di blog belajar catur yang lama.

kali ini kita akan lanjutkan seri postingan “Pelajaran Dasar Main Catur”nya, yaitu tentang SENJATA TAKTIS, bagi anda yang mengikuti serial ini tentu dah ngak sabar lagi untuk mengetahui kelanjutannya..oke kita lanjut!!!..


7. SENJATA TAKTIS

Cara melangkah dan memukul setiap buah catur sudah dibahas. Yang belum kita ketahui adalah kemampuan atau keampuhan masing-masing buah tersebut. Bila kita sudah mengenalnya maka penyusunan kerjasama antar buah catur akan lebih mudah dipahami.

Setiap buah catur memiliki kemampuan untuk menyerang buah lawan, memukul buah lawan dan menggarpunya. Tiga kemampuan itu akan dibahas dibawah ini.

Menteri yang Hebat

Menteri dapat mencapai jarak terjauh sepanjang lajur, baris maupun diagonal. Dengan bantuan Rajanya, dia juga mampu me-mat-kan Raja Tunggal lawan ( Lihat diagram 100)

Diagram 100
Salah satu kehebatan Menteri ialah kemampuannya menyerang buah lawan dari jarak jauh. Diagram 101 memperlihatkan bagaimana Menteri putih menyerang Raja hitam (sekak) dari pojok ke pojok papan dan bersamaan dengan itu dia juga menyerang Benteng lawan di pojok yang lain.

Diagram 101
Hitam akan kehilangan Bentengnya

Hjitam harus menyingkirkan Rajanya terlebih dahulu dan terpaksa membiarkan Bentengnya di mangsa oleh Menteri putih.
Demikian pula pada diagram 102 kita lihat Menteri hitam menyerang Raja putih di h1 dan serentak pula menggarpu Kuda putih di a6 serta Gajah di h6

Diagram 102
Putih akan kalah Kuda atau Raja

Serangan rangkap atau garpu terhadap buah lawan oleh Menteri dapat juga berhasil baik walaupun tidak dibarengi dengan serangan sekak. Yang penting diperhatikan ialah buah yang diserang itu tidak bisa saling membela. Contohnya kita lihat pada diagram 103

Diagram 103
Salah satu Benteng hitam akan hilang

Kalau saja bidak hitam di f5 tidak ada, maka serangan Menteri putih itu tidak akan berhasil sebab dengan menjalankan Bh5. Hitam dapat membela Bentengnya di a5. Putih tentu tidak berani memukul Ba5 karena akan dipukul kembali oleh Benteng hitam dari h5. Dengan demikian Putih akan kehilangan Menteri untuk satu Benteng yang berarti rugi.

Kemampuan Menteri untuk menyerang dan me-mat-kan Raja lawan juga luar biasa. Seorang diri dia bisa menciptakan mat bila jalan Raja lawan terhalang oleh para pengawalnya sendiri. Contohnya dapat kita lihat pada diagram 104 yang memperlihatkan empat bentuk mat oleh Menteri sendirian

Diagram 104
Diagram 104 A memperlihatkan Raja hitam diapit oleh kedua Bentengnya yang menyebabkan Raja itu tidak bebas bergerak ke kiri atau ke kanan sehingga “tertangkap hidup-hidup” atau dimat-kan oleh Menteri lawan.

Diagram 104 B sebenarnya hampir sama dengan 104 A. hanya disini Raja hitam berada di pojok dan tidak mungkin lari keluar papan.

Diagram 104 C memperagakan Raja putih yang terhalang oleh bidak dan Gajah sendiri, sementara serangan Menteri hitam datang dari arah diagonal.

Diagram 104 D: Raja putih dirintangi oleh bidaknya sendiri.
Kadang-kadang dengan bantuan satu bidak saja sudah cukup bagi Menteri untuk melancarkan serangan mat. Contohnya kita lihat pada diagram 105

Diagram 105
Putih melangkah

Serangan mat oleh putih dimulai dengan :

1. F6!

Mengancam mat dengan 2. Mxg7++

1….g6

Menangkis ancaman Putih tadi. Cara lain juga tidak membawa hasil seperti : 1….Rf8 2. Mxg7+ Re8 3. Me8++

2. Mh6!

Sekarang hitam tidak berdaya menghadapi penyusupan Menteri putih ke g7 guna membunuh Rajanya. Hitam menyerah dan Putih menang

Benteng yang Perkasa

Satu benteng dengan bantuan Raja juga mampu me-mat-kan Raja Tunggal lawan (lihat diagram 106 dan 107).

Diagram 106
Raja hitam mat

Raja hitam tidak bisa lari dari serangan benteng putih karena terhalang oleh bidak-bidaknya sendiri. Jenis mat seperti ini sering terjadi jika seorang pemain kurang memperhatikan keselamatan Rajanya.

Diagram 107
Raja hitam mat

Raja hitam tidak bisa lari dari serangan Benteng putih karena terhalang oleh Raja putih.
Benteng juga mampu melakukan serangan rangkap terhadap buah lawan. Misalnya seperti kita lihat pada diagram 108.

Diagram 108

Pada diagram 108 A Benteng putih menyerang Raja hitam dan bersamaan dengan itu mengancam Gb7. Tentu saja Gajah hitam itu akan menjadi korban Benteng putih sebab Raja selalu harus diselamatkan terlebih dahulu.

Diagram 108 B memperlihatkan Benteng hitam menggarpu Gajah dan Kuda putih yang tidak bisa saling membela. Karena Putih hanya boleh melangkahkan satu buah pada setiap kesempatan maka salah satu dari buahnya itu tentu akan dipukul oleh Benteng hitam.

Keuntungan besar bisa diperoleh Benteng jika dia menyerang Raja lawan dan di belakang Raja itu terdapat buah lain yang lebih berharga. Atau dia menggunakan pemakuan untuk menangkap buah lawan.

Diagram 109

Pada diagram 109 A Benteng putih menyerang Raja hitam dan akan segera menerkam Menteri hitam setelah Raja itu menyingkir. Serangan semacam ini juga disebut “serangan sinar x” karena menembus sasaran yang berada di belakang yang pertama.

Pada diagram 109 B kita lihat Benteng hitam memaku Kuda putih di d1. Kuda itu tidak boleh bergerak karena wajib melindungi Rajanya. Raja putih tidak pula mampu membela Kudanya. Maka itu Kuda tersebut terpaksa berkorban untuk keselamatan Rajanya. Pemakuan semacam ini yang ditunjukan terhadap Raja disebut juga pemakuan mutlak.

Kalau ada pemakkuan mutlak, tentu ada pula pemakuan yang tidak mutlak. Bila di belakang buah yang dipaku itu terdapat buah lain selain Raja, maka pemakuan itu disebut tidak mutlak. Sebab bila dikehendaki pemain, buah yang dipaku itu tetap bisa dijalankan. Contohnya lihat diagram 110

Diagram 110
Putih melangkah

Seperti kita lihat, Ge3 putih dipaku oleh Be8. Kalau Ge3 digerakan, maka Me2 dapat dipukul oleh Benteng hitam. Tetapi Putih tetap saja bisa menjalankan Gajah itu bila dikehendakinya dan dalam hal ini tentu dia mengorbankan Menteri. Tapi lihatlah apa yang terjadi. Putih melangkahkan :

1. Gxe5! Bxe2

2. Bf8++

Putih membiarkan Menterinya dimakan Benteng namun dia berhasil me-mat-kan Raja lawan dan menang.

Jadi pemakuan terhadap Ge3 tadi tidaklah mutlak sifatnya. Hati-hatilah bila melakukan pemakuan yang tidak mutlak karena sewaktu-waktu bisa merugikan diri sendiri.

Benteng sendirian juga dapat me-mat-kan Raja lawan jika jalan lari Raja itu terhalang. Bentuk-bentuk mat yang terjadi umpamanya terlihat pada diagram 111.

Diagram 111

Apa yang dapat dilakukan oleh Benteng ini tentu saja juga dapat dilakukan oleh Menteri.

Sampai disini dulu posting hari ini, kita lanjutkan nanti dengan judul SENJATA TAKTIS (2), oya hampir lupa,buat anda yang belum membaca seri sebelumnya, silahkan lihat disini

Baca Selengkapnya......
Template by : kendhin x-template.blogspot.com